Awan itu pantas berlalu pergi
Hitam mendung kemurungan
Sepertinya marah
Langsung terusan bergerak
Tiada hujungnya.
Anak kecil itu tiada mengerti
Akan kelibat hitam segerombolan awan
Datang hampir dekat di atas kepalanya
Dia kebingungan
Langsung membiarkan.
Begitulah seterusnya
Ada air mengalir akhirnya
Deras di pipi anak kecil itu
Langsung dia mengerti hukum alam
Bila mana hari akan hujan bila mendung menjelma.
Love,
Aisyah.
No comments:
Post a Comment