Friday, 10 April 2015

Dan di akhir ketika itu ....

Di ketika itu
Aku hanya mengenalimu dengan nama
Tidak lagi pernah membalas kata
Malah bergurau senda

Di ketika itu
Kita hanya memulakan tali persahabatan
Yg makin lama makin utuh ikatan kasih sayangnya

Di ketika itu
Kau selalu di sisiku
Membalas dan dibalas surat warkah
Yang penuh bermakna

Di ketika itu
Kau ada di waktu aku memerlukanmu
Memberiku senyum tawa
Dam air mata beransur tiada

Di ketika itu
Tiba - tiba kita menjauh
Tidak tahu kenapa,
Bagaimana dan dimana khilafnya

Di ketika itu
Alakian lamanya terpisah
Tiada berita
Tiada khabar
Mengapa ?
Mungkin terlalu alpa dengan kebahagiaan yang sementara

Di ketika itu
Aku berharap kau kembali
Mengisi baris senyuman yang tlh lama hilang
Tiada ku lihat

Di ketika itu
Aku mnyedari bdohnya driku ini pd masa lampaunya
Hati ini sukar memaafkan
Walau utk dri sndri

Di ketika itu
Kau ada di hari-hariku
Datang kembali umpama mimpi indah yang tidak terusik
Walau meletusnya bom di sebelah telinga

Di ketika itu
Aku mnyayangimu
Dari hari - hari yang berlalu
Sampai hujungnya nanti

Dan di ketika itulah
Tiada rasa sebahagia ini
Walaupun kau sedari
Aku hanyalah mitos mimpi

Dan di akhir itu
Kau terjaga dari lena yang telah sekian lama
Dibuai mimpi nan indah
Tiada terkata

Sedih ... menangislah
Gembira ... ketawalah
Rindu ... luahkanlah
Sayang ... katakanlah

Selagi diri ini ada untukmu
Ku kan teguh di sisi
Dan dirimu terus ku sayangi
Hingga hujung waktunya
N a n t i ...

Love, cakmir ...
To :zsa

alonely

Kata orang
Satu - satunya ubat untuk patah hati adalah dgn mnulis puisi
Rupanya itu hanyalah mitos
Puisi hanyalah sebuah taman yg sunyi ...

Tapi , tak mngapa
Kerana yg sunyi itulah tamanku
Suka duka riang tawa
Ku selindungkan dgn air mata

Love, aisyah mahirah

Wednesday, 1 April 2015

Si pari - pari

Kulitnya tebal bak kulit kayu
Dalamnya putih bak kapas
Tidaklah tebal dan tidak pula kelihatan nipisnya
Syahdan maisrah nazri pemberinya
Diletaknya di dalam sebuah kotak
Sempena hari kelahiranku ...

Dalam diam aku gumbira
Tersenyum manis indah tak terkata
Andai ditanya mengapa bgini
"Iya - iyalah , pari - pariku yang bagi"

Mata sepetku kelihatan ceria
Mnymbut khadiran buku nan indah ini
Mana tidaknya
Akan ku jadikan teman hidupku sehari - hari
Duhai si pari - pari

Duhai si pari - pari
Rindukah kau akan diriku
Disini ?

Love , bae

KOTAK MUSIK MERAH JAMBU

Terletak indah seindah susunannya
Umpama lirik madah sang pujangga
Bunyinya mendamaikan
Nyaman sepertiku di awang-awangan

Dikala aku sepi
Kotak musik merah jambu mampu menghiburkan hati

Calit-calit lukisan kartun
Begitu cantik nian dan semadah padan dengan coraknya

Dikala aku sepi
Kotak musik merah jambu mampu menghiburkan hati

Hai pemberi kotak ini,
Sudah lama dirimu sunyi dan terusan mnyepikan diri
Sihatkah ?
Aku hanya mmpu bertanya sendri
Tidak mengapa
Aku masih punya tapak tangan untuk terus berdoa supaya pemberi kotak musik merah jambu ini terus bahagia

Andai pemberi kotak musik ini ingat akan driku ,
Percayalah ,
Aku juga begitu.

Love , aisyah mahirah

Unconditionally

I thought that it will never be a rainbow after a heavy rain. I thought it will rain forever. I thought my life life will full of s...